Menurut Widdi Aswindi Korupsi Merusak Demokrasi

gunting lilin-Dedi Chandra
Korupsi menunjukan tantangan serius terhadap pembangunan.  Bahkan tindakan korupsi bisa  merusak tatanan demokrasi dan tata pemerintahan yang baik. Sebab, perilaku korup cenderung mengurangi akuntabilitas dan perwakilan yang terbentuk melalui pemilihan umum.
 
Demikian disampaikan Direktur Jaringan Suara Indonesia (JSI) Widdi Aswindi di kantornya di kawasan Buncit Jakarta Selatan, kemarin. Karena itu, dirinya sangat mendukung gerakan anti korupsi, dengan diawali perilaku bersih dalam pemilu, salah satunya tidak melakukan money politic.
 
Widdi menjelaskan, korupsi bersifat mengkikis kemampuan institusi dari pemerintah, karena pengabaian prosedur, penyedotan sumber daya, dan pejabat diangkat atau dinaikan jabatan bukan karena prestasi. “Pada saat yang bersamaan, korupsi mempersulit legitimasi pemerintahan dan nilai demokrasi seperti kepercayaan dan toleransi,” tuturnya.
 
Korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang bisa merusak karakter sebuah bangsa. Kondisi ini tentu harus dicegah, mengingat kehidupan berbangsa dan bernegara kini harus menghadapi tantangan global. “Tentunya dengan demokrasi yang tanpa korupsi, Indonesia bisa bersaing secara global, karena SDM-nya tentu kredibel,” tandasnya.
Iklan

Widdi Aswindi : Korupsi Mengikis Kemampuan Institusi

gunting lilin-Dedi ChandraKorupsi menunjukan tantangan serius terhadap pembangunan.  Bahkan tindakan korupsi bisa  merusak tatanan demokrasi dan tata pemerintahan yang baik. Sebab, perilaku korup cenderung mengurangi akuntabilitas dan perwakilan yang terbentuk melalui pemilihan umum.
Demikian disampaikan Direktur Jaringan Suara Indonesia (JSI) Widdi Aswindi di kantornya di kawasan Buncit Jakarta Selatan, kemarin. Karena itu, dirinya sangat mendukung gerakan anti korupsi, dengan diawali perilaku bersih dalam pemilu, salah satunya tidak melakukan money politic.
Widdi menjelaskan, korupsi bersifat mengkikis kemampuan institusi dari pemerintah, karena pengabaian prosedur, penyedotan sumber daya, dan pejabat diangkat atau dinaikan jabatan bukan karena prestasi. “Pada saat yang bersamaan, korupsi mempersulit legitimasi pemerintahan dan nilai demokrasi seperti kepercayaan dan toleransi,” tuturnya.
Korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang bisa merusak karakter sebuah bangsa. Kondisi ini tentu harus dicegah, mengingat kehidupan berbangsa dan bernegara kini harus menghadapi tantangan global. “Tentunya dengan demokrasi yang tanpa korupsi, Indonesia bisa bersaing secara global, karena SDM-nya tentu kredibel,” tandasnya.